
Kamis, 30 Oktober 2008
Selasa, 23 September 2008
Silaturahiim Ramadhan 1429 H
nang..ning..nung...
kira2 bunyi apaan..?
yup bunyi gamelan ditabuh....
ramadhan kali ni sanggar kalimosodo dengan grupnya sholawat kiai pleret gemilang mengadakan kegiatan selama bulan puasa yang bertajuk "Silaturahiim Ramadhan"
kegiatan kali ini diadakan dengan tujuan tuk lebih memperkenalkan seni sholawat rebana dengan kolaborasi gamelan dan alat elektrik lainya. selain itu juga untuk menggalang ukhuwah islamiyah.....
pertama kegiatan ini diawali di daerah agak dingin .... Kecamatan Dukun yang tepatnya di halaman kantor kecamatan Dukun tanggal 16 september 08, selain acara ngabuburit diisi dengan sosialisasi narkoba oleh pihak kepolisian...
lha sebelum itu tanggal 15 september 08 da undangan pntas bersama Bedug Sampoerna Hijau di alun alun magelang....wuihh seru pokoknya...
perjalanan dilanjutkan di dukun lagi tanggal 19 september 08 di kediaman om berry acara peringatan nuzulul Qur'an.....kjerjasama dengan PC Lesbumi NU Kab. Magelang
nahnahnah....tanggal 20 septeber 08 lebih seru lagi, acara ngabuburit di pintu masuk Taman Wisata Candi Borobudur kerjasam dengan JAVA studio, grup Band D-Mitoez n Grup Band 2 lain yang tentunya dah dpilih leh Java Studio....
oh ya... selain itu da acara sosialnya juga...yaitu bka bersama dengan anak-anak panti asuhan yang dilanjutkan dengan pemberian santunan walaupun hanya dapat sedikit... tp g papa yg penting kan niatnya.... disinilah kebersamaan sangat terasa...
untuk terakhir kali pentas di MAMBO n taman bambu runcing muntilan besok tanggal 24 n 25 september 08...
kayak apa ya serunya...?
kita lihat aja besok....heheheh...
Minggu, 14 September 2008
Ayo Ngguyu.....!!!
Tertawa adalah salah satu bentuk senam muka, sehingga orang serring tertawa pasti akan sehat.... tapi tertawa dengan ada sebabnya lhoo... bukan tertawa sendiri...hehehee...walah kok aq yang tertawa sendiri..
agar tertawanya ada sebabnya, ni aq dah coba kumpulin guyonan-guyonan ala Gus Mus,,,
Selamat Menikmati n Tertawa-Tawa...
Ini kisah seorang pejabat di era Orde Baru yang “ghirah” (semangat) keislamannya sedang tinggi-tingginya. Maklum ia baru saja direstui oleh Penguasa Orde Baru untuk memimpin sebuah organisasi cendekiawan muslim. Ia pun mulai sering mengunjungi pesantren-pesantren. Di sebuah pesantren pun sang pejabat didaulat untuk memberikan sambutannya. Di depan para kyai. Ustadz dan ratusan santri, sang pejabat tersebut pun menceritakan pengalaman hidupnya yang pasang surut.
Tak lupa ia menceritakan kisah suksesnya menjadi pejabat penting. Salah satu kiatnya untuk sukses adalah selalu memanjatkan doa pada Allah.
”Saya sering menunaikan shalat tahajud siang dan malam”, kisahnya di depan ratusan hadirin yang langsung senyum-senyum mendengar ucapannya.
Muallaf Menjawab SalamBelakangan ini banyak warga non muslim yang memutuskan masuk Islam. Salah seorang diantaranya adalah Erwin (bukan nama sebenarnya). Erwin pun giat belajar agama Islam dari para kyai dan ustadz. Banyak ajaran Islam yang dia pelajari, salah satunya tentang kewajiban menjawab salam dari sesama muslim. Perintah untuk menjawab salam ini ia hayati betul sebagai salah keagungan ajaran Islam yang menekankan hablum minannaas selain hablum minaLlah. Suatu ketika, si Erwin untuk pertama kalinya menunaikan shalat secara berjamaah. Ia sangat khusyuk mengikuti gerakan-gerakan shalat dari sang Imam. Setelah tahiyat pada rakaat terakhir, sang Imam pun mengakhiri shalatnya dengan membaca salam, Assalamualaikum WarahmatuLlahi Wabarakatuh".
Dengan spontan si Erwin pun menjawab salam sang Imam, "Wa'alaikumussalam WarahmatuLlahi Wabarakatuh".
agar tertawanya ada sebabnya, ni aq dah coba kumpulin guyonan-guyonan ala Gus Mus,,,
Selamat Menikmati n Tertawa-Tawa...
Ini kisah seorang pejabat di era Orde Baru yang “ghirah” (semangat) keislamannya sedang tinggi-tingginya. Maklum ia baru saja direstui oleh Penguasa Orde Baru untuk memimpin sebuah organisasi cendekiawan muslim. Ia pun mulai sering mengunjungi pesantren-pesantren. Di sebuah pesantren pun sang pejabat didaulat untuk memberikan sambutannya. Di depan para kyai. Ustadz dan ratusan santri, sang pejabat tersebut pun menceritakan pengalaman hidupnya yang pasang surut.
Tak lupa ia menceritakan kisah suksesnya menjadi pejabat penting. Salah satu kiatnya untuk sukses adalah selalu memanjatkan doa pada Allah.
”Saya sering menunaikan shalat tahajud siang dan malam”, kisahnya di depan ratusan hadirin yang langsung senyum-senyum mendengar ucapannya.
Muallaf Menjawab SalamBelakangan ini banyak warga non muslim yang memutuskan masuk Islam. Salah seorang diantaranya adalah Erwin (bukan nama sebenarnya). Erwin pun giat belajar agama Islam dari para kyai dan ustadz. Banyak ajaran Islam yang dia pelajari, salah satunya tentang kewajiban menjawab salam dari sesama muslim. Perintah untuk menjawab salam ini ia hayati betul sebagai salah keagungan ajaran Islam yang menekankan hablum minannaas selain hablum minaLlah. Suatu ketika, si Erwin untuk pertama kalinya menunaikan shalat secara berjamaah. Ia sangat khusyuk mengikuti gerakan-gerakan shalat dari sang Imam. Setelah tahiyat pada rakaat terakhir, sang Imam pun mengakhiri shalatnya dengan membaca salam, Assalamualaikum WarahmatuLlahi Wabarakatuh".
Dengan spontan si Erwin pun menjawab salam sang Imam, "Wa'alaikumussalam WarahmatuLlahi Wabarakatuh".
Selasa, 29 Juli 2008
Minggu, 22 Juni 2008
Langganan:
Postingan (Atom)